Khamis, 19 Jun 2014
Benarkah istilah bapa tangung dosa anak dan isteri?
Kita biasa dengar, seorang lelaki bujang kena tanggung dosa sendiri apabila sudah baligh manakala dosa gadis bujang ditanggung oleh bapanya. manakala lelaki yang berkahwin kena tanggung dosa sendiri, dosa isteri, dosa anak perempuan yang belum berkahwin dan dosa anak lelaki yang belum baligh. Cuma persoalannya, dari manakah datangnya konsep2 tanggung dosa orang lain ni?
Khamis, 12 Jun 2014
KOLEKSI DOA DALAM AL-QURAN (TERJEMAHAN DALAM BAHASA MELAYU)
Doa menurut ayat al-quran
Assalamu’alaikum warahmatullah
semoga pembaca dalam sihat sejahtera serta dalam ketenangan menguruskan kehidupan.
Sesungguhnya, dalam pada kita sibuk dengan kerja harian, tidak lupa untuk saya mengingatkan diri saya untuk berdoa bagi memperoleh keikhlasan niat dan memohon keredhaan Allah dalam kerja harian.
SEMoga bermanfaat!
Doa Mohon Kesejahteraan Dunia Akhirat
Al Baqarah : 201 : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.
Al A’raf :156 : Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan didunia ini dan diakhirat, sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.
Doa Mohon Ketabahan Hati/Iman Terhadap Diri Sendiri dan Orang Tidak Beriman
Al Baqarah : 250 : Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
Ali Imran : 147 : Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap kamu yang kafir.
Doa Mohon Keringanan Beban dan Ampunan
Al Baqarah : 286 : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya, Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami menanggungnya. Beri kami, ampuni kami dan rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.
Al Baqarah : 286 : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya, Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami menanggungnya. Beri kami, ampuni kami dan rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.
Doa Mohon Terhindar dari Kesesatan
Ali Imran : 8 : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberikan petunjuk kepada kami, dan limpahkanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, kerana sesungguhnya Engkaulah pemberi (anugerah).
Doa Mohon Ampun & Rahmat, dll.
Ali Imran : 16 : Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari seksa neraka.
Al A’raf : 155 : Ya Tuhanku, ampunilah saya dan saudara saya dan masukkanlah kami kedalam rahmat Engkau, sebab Engkau adalah yang paling Maha Penyayang. Engkaulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, kerana Engkau adalah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya.
Al Mukminun : 109 : Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat yang paling baik.
Al Mukminun : 118 : Ya Tuhanku berilah ampunan dan rahmat, kerana Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.
Al A’raf : 23 : Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami an meberi rahmat kepada kami, pastilah kami menjadi orang yang merugi.
Al A’raf : 143 : Maha suci Engkau, aku bertaubat dan aku orang yang pertama beriman.
Hud : 47 : Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari permohonan yang aku tiada ketahui (hakikatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, nescaya aku akan menjadi orang yang merugi.
Ibrahim : 41: Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya perhitungan (hari kiamat).
At Tahrim : 8 : Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Nuh : 28 : Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapaku, dan orang yang masuk kerumahku dengan beriman serta semua orang beriman lelaki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu melainkan kebinasaan.
Al Baqarah : 32 : Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Doa Mohon Keturunan, Anak/Isteri/Suami Yang Sihat/Soleh, Bahagia dan Jodoh
Ali Imron :38 : Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar kan doa.
Al A’raf : 189 : Sungguh, jikalau Engkau memberi kami anak yang soleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.
Al Anbiya : 89 : Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik.
Al Furqan : 74 : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang taqwa.
Ash Shafaat : 100 : Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang tergolong soleh.
Doa Mohon Dimasukkan Golongan Orang Beriman
Ali Imran : 53 : Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).
Al Maidah : 83 : Ya Tuhan kami, kami telah beriman maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan Nabi Muhammad SAW).
Doa Mohon Bebas Seksa Api Neraka/Kehinaan, Mohon Ampun dan Husnul Khatimah
Ali Imran : 191-194 : Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan (alam) ini sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan kedalam neraka, sungguh telah Engkau hinakan dia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, kami telah mendengar penyeru yang mengajak : Berimanlah kalian kepada Tuhanmu. Maka kami telah beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan wafatkanlah kami bersam orang-orang yang abror (banyak berbakti). Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau jajnikan kepada kami dengan perantaraan Rasul-Rasul Engkau dan janganlah Engkau hinakan kami dihari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.
Al Furqan : 65 : Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.
Doa Mohon Perlindungan dari Orang Zalim dan Mohon Pemimpin Yang Adil
An Nisa : 75 : Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang dholim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.
Yunus : 85-86 : Kepada Allahlah kami bertawakal, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang kafir.
Al Mumtahanah : 4-5 : Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir dan ampunilah kami ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Al Qasas : 21 : Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang zalim itu.
Doa Mohon Tidak Termasuk Orang Zalim
Al A’raf : 47 : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang yang zalim.
Al Mukminun : 93-94: Ya tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka, Ya Tuhanku maka janganlah Engkau jadikan aku berada diantara orang-orang yang zalim.
Doa Minta Husnul Khatimah
Al A’raf : 126 : Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (Islam).
Yusuf : 101 : Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang soleh.
Doa Mohon Kelapangan Dada
Taha : 25-28 : Ya Tuhanku, lapangkanlah urusanku dan hilangkanlah kekakuan lidahku agar mereka mengerti perkataanku.
Taha : 33-35 : Agar kami dapat bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau, sesungguhnya Engkau adalah Maha Mengetahui (keadaan kami).
Doa Mohon Tambah Ilmu
Taha : 114 : Ya Tuhan kami, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.
Asy Syu’ara : 83 : Ya Tuhan kami, berilah aku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang soleh.
Doa Dihindar dari Menjadi Golongan Jahil
Al Baqarah ayat 2: Nabi Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah daripada menjadi salah seorang dari golongan Yang jahil (yang melakukan sesuatu Yang tidak patut)”. (2:67)
Doa Mohon Disembuhkan Dari Penyakit
Al Anbiya : 83 : (Ya Tuhanku), aku ini tengah ditimpa malapetaka (penyakit) dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.
Doa Penyesalan
Al Anbiya : 87 : Bahawa tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.
Doa Mahu Naik Kendaraan
Hud : 41 : Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Penyayang.
Az Zukhruf : 13-14 : Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Doa Minta Dipertemukan Dengan Yang Dinanti
Yusuf : 83 : Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku, sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
Doa Mohon Keamanan Negara Dan Dijauhkan Dari Syirik
Ibrahim : 35 : Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari pada menyembah berhala.
Al Baqarah : 126 : Ya tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Doa Mohon Rezeki
Ibrahim : 37 : Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keluargaku dilembah yang tidak ada tanaman apapun didekat rumah Engkau yang dimuliakan. Ya Tuhan kami, agar mereka mendirikan solat, maka jadikanlah hati-hati manusia tertarik kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
Al Qasas : 24 : Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memerlukan sesuatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.
Doa Mohon Ditetapkan Dalam Ibadah
Ibrahim : 40 : Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang selalu mendirikan solat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Doa Mohon Rahmat Bagi Orang Tua
Doa Mohon Rahmat Bagi Orang Tua
Al Isra’ : 24 : Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil.
Doa Mohon Tempat Yang Baik
Doa Mohon Tempat Yang Baik
Al Isra’ : 80 : Ya Tuhanku, masukkanlah aku pada tempat masuk yang benar (baik) dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik dab berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuatan yang menolong.
Al Mukminun : 29 : Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.
Doa Mohon Kemenangan
Al Anbiya’ : 112 : (Muhammad) berkata: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil [976]. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan”.
Al A’raf : 89 : Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
Asy Syuara : 117-118 : Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku.
Az Zumar : 46 : Katakanlah: “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya.
Doa Mohon Perlindungan Dari Godaan Syaitan
Al Mukminun : 97-98 : Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”
Doa Mohon Nama Baik Setelah Meninggal dan Pewarisnya
Asy Syuara : 83, 84, 85, 87, 88 : (Ibrahim berdo’a): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang soleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (iaitu) di hari harta dan anak-anak lelaki tidak berguna.
Doa Syukur
An Naml : 19 : Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau redhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh.
Al Ahqaf : 15 : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
Doa Minta Pertolongan – Doa Nabi Nuh dan Lut
Al Mukminun : 26 : Nuh berdo’a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, sebab mereka mendustakan aku.”
Al Ankabut : 30 : Lut berdo’a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerosakan itu”.
Mendoakan Orang Mukmin
Al Mukminun : 7-9 : (Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘adni yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang soleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”.
Al Hasyir : 10 : Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.
Doa Mohon Dibersihkan Dari Orang-Orang Kafir
Nuh : 27 : Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, nescaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
Doa Mohon Diterima Amal Baik
Al Baqarah : 127 : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Doa Minta Diterima Segala Doa
Maryam : 48 : dan aku (Ibrahim) akan berdo’a kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo’a kepada Tuhanku”.
Doa Minta Petunjuk
Al Qasas : 22 : Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Madyan ia (Musa) berdo’a (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar”.
Al Kahfi : 10 : Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).
Al Kahfi : 24 : Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini.
Doa Ketika Bertemu Musuh dalam Peperangan
Al Baqarah : 250 : Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
Doa Nabi Musa Ketika Melihat Kelalaian Manusia
Al A’raf ayat 155-156: Engkau jualah Pelindung kami; oleh itu ampunkanlah Kami dan berilah rahmat kepada kami, kerana Engkau jualah sebaik-baik pemberi ampun. “Dan Tetapkanlah untuk Kami kebaikan Dalam dunia ini dan juga di akhirat, Sesungguhnya Kami kembali (bertaubat) kepadamu”
Doa Memohon ampun dan pengasihan Allah untuk diri sendiri dan saudara (Doa Nabi Musa a.s. Bersama Nabi Harun)
Al A’raf ayat 151: Nabi Musa berdoa Dengan berkata: “Wahai Tuhanku, ampunkanlah bagiku dan bagi saudaraku, dan masukkanlah Kami ke Dalam rahmatMu, kerana Engkaulah sahaja Yang Maha Mengasihani dari Segala Yang lain Mengasihani”. (7:151)
Doa atas Kesabaran dan Kematian dalam Islam
Al A’raf ayat 126: “Wahai Tuhan kami, Limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan matikanlah Kami Dalam keadaan Islam (berserah bulat-bulat kepadaMu)”. (7:126)
Doa Nabi Syuaib, Ditentukan Keadilan dan Kebenaran Sebaiknya
Al A’raf ayat 89: Wahai Tuhan kami, hukumkanlah antara Kami dan kaum Kami Dengan kebenaran (keadilan), kerana Engkau jualah sebaik-baik hakim”. (7: 89)
Doa Pembuka Majlis dan Pujian
Al A’raf ayat 43: Segala puji tertentu bagi Allah Yang telah memberi hidayah petunjuk untuk (mendapat nikmat-nikmat) ini, padahal Kami tidak sekali-kali akan memperoleh petunjuk kalau Allah tidak memimpin Kami (dengan taufiqNya)
Doa Hadapi Stress
Ali ‘Imran ayat 173: “Cukuplah untuk (menolong) kami, dan ia sebaik-baik pengurus (yang terserah kepadanya Segala urusan kami)”. (3: 173) – Hasbunallahu wa ni’mal wakil.
Menurut Bukhari, Ibn al-Munzir, al-Hakim dan al-Baihaqi, daripada Ibn Abbas berkata bahawa doa di atas merupakan kalimah yang terakhir diucapkan oleh Nabi Ibrahin a.s. sebelum dicampakkan ke dalam api. Ia juga diucapkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ketika golongan kafir menakut-nakutkan Nabi tentang tentera bersekutu yang akan menyerang Nabi s.a.w. (Tafsir al-Fakhrurrazi, tafsir ayat 173, surah Ali ‘Imran).
Isnin, 24 Mac 2014
Anak Pendang Sekeluarga: Penerangan Syeikhul Hadith Darul Ulom,Deoband Tent...
Anak Pendang Sekeluarga: Penerangan Syeikhul Hadith Darul Ulom,Deoband Tent...: Pendekatan tarbiah perlu didasarkan atas fitrah yang diberikan Allah Swt kepada manusia seperti keinginan terhadap kekuatan,kenikmatan ...
Isnin, 27 Januari 2014
Pada Hal Apa Sajakah Suatu Amal Bisa Menjadi Bid’ah? Hampir Pada Kita Atau Jauh?
Pada Hal Apa Sajakah Suatu Amal Bisa Menjadi Bid’ah?
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun telah memperingatkan tentang perbuatan bid’ah ini dalam sebuah haditsnya,
عن أم المؤمنين أم عبدالله عائشة رضي الله عنها قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد ” رواه البخاري ومسلم , وفي رواية لمسلم ” من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”. (Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”)Para ulama telah sepakat bahwa suatu amal ibadah tidak sah kecuali bila berkumpul padanya dua syarat: Pertama, adanya ke ikhlasan. Kedua, mengikuti contoh dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (mutaba’ah). Dan satu kaidah penting yang bisa kita pegang dalam masalah ibadah ini adalah bahwasanya asal dari setiap ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkannya. Ini berbeda dengan muamalah yang pada asalnya adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Dari sini kita bisa memahami kesalahan sebagian orang yang berkata, “mana dalilnya bahwa perbuatan ibadah saya ini terlarang?” Seharusnya orang itulah yang justru harus mendatangkan dalil yang mendasari perbuatan ibadahnya itu. Niat yang baik tidak akan menjadikan suatu amalan bid’ah menjadi amal shalih karena telah melanggar syarat kedua sahnya ibadah, yaitu mutaba’ah.
Jika ada seseorang berkata: “Apabila saya berbuat sesuatu yang baru, asalnya dari syari’at, akan tetapi saya menjadikannya dengan sifat yang khusus yang tidak ada dalam syari’at, apakah yang demikian juga berarti akan tertolak?”
Maka jawabannya adalah akan tertolak. Berikut penjelasan dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin tatkala menjelaskan hadits di atas.
Ketahuilah, bahwa mutaba’ah tidak akan terwujud apabila amalan tersebut tidak sesuai dengan syari’at dalam enam hal, yakni: sebabnya, jenisnya, ukurannya, teknisnya, waktunya, dan tempatnya. Apabila tidak sesuai dengan syari’at dalam enam hal ini, maka amalan tersebut dikatakan bathil dan tertolak, sebab ia melakukan suatu hal dalam agama Allah yang tidak ada sandaran darinya.
Pertama: Amalan harus sesuai dengan syari’at dalam sebabnya. Hal ini seperti seseorang melakukan ibadah dengan sebab yang tidak pernah Allah sebutkan, misalkan dia shalat dua raka’at setiap kali memasuki rumahnya dan menjadikan hal ini sebagai perbuatan sunnah. Seperti ini tertolak. Walaupun perkara shalat pada dasarnya disyari’atkan, tetapi ketika ia kaitkan dengan sebab yang tidak bersumber dari syari’at, maka hal ini mengakibatkan ibadah tersebut tertolak. Contoh yang lain, apabila seseorang membuat semacam perayaan dengan sebab kemenangan kaum Muslimin pada perang Badar, maka hal ini pun tertolak, sebab ia mengaitkannya kepada sebab yang tidak pernah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Kedua: Amalan harus sesuai dengan syari’at dalam jenisnya. Apabila seseorang beribadah kepada Allah dengan suatu ibadah yang tidak pernah disyari’atkan agama dalam hal jenisnya, maka hal itu tidak akan diterima. Sebagai contoh, bila seseorang berkurban dengan kuda, maka hal ini tertolak, sebab menyelisihi perintah syari’at dalam hal jenis, dimana syari’at Islam memerintahkan berkurban harus dari jenis binatang ternak tertentu yaitu unta, sapi dan kambing. Adapun seseorang yang memotong kuda dengan niat menshadaqahkan dagingnya maka hal itu diperbolehkan, sebab ia tidak dikatakan berkurban kepada Allah dengan menyembelihnya, namun hanya menyembelihnya untuk dishadaqahkan dagingnya.
Ketiga: Amalan harus sesuai dengan syari’at dalam hal ukurannya. Apabila seseorang beribadah kepada Allah dengan ukuran yang lebih dari ukuran yang telah ditentukan syari’at maka hal itu tidak akan diterima. Sebagai contoh, bila seseorang berwudhu dengan membasuh setiap bagian sebanyak empat kali, maka yang keempatnya tertolak, sebab hal itu melebihi ketentuan syari’at. Bahkan disebutkan dalam sebuab hadits bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berwudhu tiga kali-tiga kali, lalu beliau bersabda:
من زاد على ذلك فقد اساء و تعدى و ظلم
“Barangsiapa yang melebihkannya, maka ia telah berbuat jelek melampaui batas dan berbuat kezhaliman.” (HR Imam Ahmad dalam Musnad al-Mukatsirin no 6684, an-Nasa’i kitab ath-Thaharah bab al-I’tidaa fil Wudhu no 140, dan Ibnu Majah kitab at-Thaharah wa Sunaniha bab Ja’a fil Qasdi fil Wudhu’i wa Karahatut Ta’addi Fiih no 422, Hadits hasan seperti disebutkan Shahihul Jami’ no 6989)Keempat: Amalan harus sesuai dengan syari’at dalam hal teknisnya. Apabila seseorang mengamalkan sesuatu dalam rangka beribadah kepada-Nya tetapi menyelisihi syari’at dalam hal teknisnya, maka tidak akan diterima, dan hal itu tertolak. Contoh, seseorang shalat, ia langsung bersujud sebelum melakukan ruku, maka shalatnya tidak sah dan tertolak, sebab tidak sesuai dengan teknis tuntunan syari’at. Demikian pula dalam hal wudhu dengan cara berbalik seperti memulai dengan membasuh kaki sebelum mengusap kepala setelah itu membasuh tangan lalu muka, apabila berwudhu dengan teknis seperti ini maka tidak sah, sebab tidak mengikuti perintah syari’at dalam hal teknis atau tata caranya.
Kelima: Amalan harus sesuai dengan syari’at dalam hal waktunya. Bila seseorang shalat sebelum masuk waktunya, maka shalatnya tidak mungkin diterima sebab ia menyelisihi waktu yang telah ditentukan syari’at. Juga bila menyembelih kurban sebelum mengadakan shalat ‘Id, inipun tertolak, sebab menyelisihi waktu yang telah ditentukan syari’at. Apabila seseorang beri’tikaf pada selain waktunya, maka hal itu tidak sesuai dengan pedomannya, namun hal ini diperbolehkan sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membolehkan ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu beritikaf di Masjidil Haram ketika beliau bernadzar. Apabila seseorang mengakhirkan suatu ibadah yang telah ditentukan waktunya oleh syari’at tanpa adanya alasan yang dibenarkan, seperti shalat shubuh setelah terbit matahari tanpa udzur, maka (dengan sikap seperti ini) shalatnya tertolak, sebab ia telah beramal dengan amalan yang tidak bersumber dan Allah dan Rasul-Nya.
Keenam: Amalan harus sesuai dengan syari’at dalam ketentuan tempat. Apabila seseorang beri’tikaf di sekolah atau di rumah, bukan di mesjid, maka amalannya ini tidak sah, sebab tidak sesuai dengan tuntunan syari’at dalam ketentuan tempatnya, di mana ibadah i‘tikaf harus dilakukan di masjid.
Demikianlah enam hal tempat terjadinya perbuatan bid’ah, semoga bisa menambah pemahaman kita tentang bid’ah.
Langgan:
Ulasan (Atom)